Kwarran Parung Selenggarakan Bimbingan Narakarya bagi Pembina Pramuka

Parung — Kwartir Ranting (Kwarran) Parung menggelar kegiatan Bimbingan Narakarya bagi Pembina Pramuka pada Sabtu, 07 Februari 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di Sekretariat Kwarran Parung dan diikuti oleh para pembina yang telah menempuh Kursus Pembina Pramuka Mahir Dasar (KMD) maupun Kursus Pembina Pramuka Mahir Lanjutan (KML).

Bimbingan Narakarya merupakan tahapan lanjutan dalam proses pengembangan kompetensi pembina Pramuka. Kegiatan ini bertujuan untuk memantapkan pemahaman hasil kursus, meningkatkan kualitas pembinaan, serta mengaplikasikan ilmu kepramukaan secara langsung di Gugus Depan. Selain itu, Narakarya menjadi persyaratan utama dalam memperoleh Surat Hak Bina (SHB). Secara umum, pelaksanaan Narakarya dilakukan dalam jangka waktu enam bulan dengan pendampingan dari pelatih.

Pada kegiatan bimbingan tersebut, hadir Kak Imron Wachidi dan Kak Devi Amalia selaku pelatih yang memberikan pembinaan, arahan, dan pendampingan kepada para peserta. Materi bimbingan disampaikan melalui paparan, diskusi interaktif, tanya jawab, serta pendampingan teknis yang mencakup penyusunan program latihan, pengelolaan administrasi Gugus Depan, hingga penyusunan laporan bulanan Narakarya.

Dalam penyampaiannya, Kak Imron Wachidi menegaskan bahwa Narakarya bukan sekadar proses administratif, melainkan bagian penting dari pembelajaran berkelanjutan seorang pembina Pramuka.
“Narakarya menjadi sarana untuk menguji kemampuan pembina dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan pembinaan secara nyata di Gugus Depan. Keseriusan dalam menjalani proses ini akan sangat menentukan kualitas pembina di masa mendatang,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Organisasi dan Hukum (Waka Orgakum) Kwarran Parung, Kak Roro Ida, turut memberikan arahan dan motivasi kepada para peserta. Ia menyampaikan bahwa Narakarya merupakan fase penting yang menuntut konsistensi, tanggung jawab, dan komitmen pembina dalam menjalankan tugas pembinaan generasi muda.
“Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti Narakarya dengan sungguh-sungguh. Tujuan akhirnya bukan hanya memperoleh Surat Hak Bina, tetapi membentuk pembina Pramuka yang berkualitas dan berdedikasi,” tuturnya.

Melalui kegiatan bimbingan ini, Kwarran Parung berharap para pembina Narakarya semakin memahami peran dan tanggung jawabnya dalam membina satuan Pramuka, baik Siaga, Penggalang, Penegak, maupun Pandega. Kwarran Parung juga berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan secara berkelanjutan agar pelaksanaan Narakarya dapat berjalan optimal hingga peserta memperoleh Surat Hak Bina (SHB) dan Tanda Hak Bina (THB) sebagai pengakuan resmi sebagai Pembina Pramuka Mahir.